Tetap Tersenyum dan Semangat Berbagi Kebermanfaatan :)

Belajar Menjadi Orang Besar

My Image

Menatap Masa Depan dengan Optimisme

By: EndroSuliyanto, Fakultas Peternakan Universitas Andalas, 2011

 “Etoser adalah mahasiswa multi talenta, begitu ungkapan mayoritas mahasiswa di kampus. Itulah penilaian mereka terhadap etoser di kampus. Namun tak ada gading yang tak retak.. Aku berusaha dan terus belajar. Belajar menjadi orang yang berguna, meski dengan segala kekurangan.”

Asrama Beastudi Etos Padang. Disinilah tempat tinggalku sekarang sebagai Etoser (penerima manfaat Beastudi Etos). Di asrama ini aku belajar bagaimana bagaimana berjuang dan bersikap untuk menjadi ‘orang besar’. Menurutku, bisa sukses di kampus dengan prestasi bagus dan aktif di sejumlah kegiatan organisasi (aktivis kampus), itulah usaha untuk menjadi ‘orang besar’.

Sukses kuliah dan sukses menjadi tauladan bagi sesama. Belajar dari orang-orang yang penuh dengan semangat juang tinggi untuk bisa sukses dan berusaha mensukseskan orang lain. Dengan saling berbagi dan saling menasihati. Walau dhuafa, bukan menjadi penghalang untuk berprestasi.

Aku berusaha untuk bersyukur, dengan terus berusaha agar menjadi lebih baik. Satu bulan di kampus aku habiskan hanya untuk mencari ‘strategi’ bagaimana bisa sukses, IPK bagus dan aktivitas organisasi lancar. IPK 3,8 dan aktivis kampus. Itulah target awalku untuk menjadi ‘orang besar’. Kutulis di secarik kertas dan kutempel di lemariku. Berharap itu menjadi kenyataan, yang akan membawa perubahan dalam kehidupanku dan kehidupan orang disekitarku.

***

Endro Suliyanto si ‘anak Etos’. Begitulah teman-temanku di kampus mengenaliku. Awalnya, mereka begitu kagum padaku. Bukan karena kehebatanku, tapi karena nama Etos itu. Menurut temanku anak Etos itu ialah orang yang pandai di segala bidang. Aku tidak tahu darimana mereka tahu. Mungkin itu adalah hasil penilaian mereka terhadap etoser seniorku. Hal ini menambah rasa banggaku bisa menjadi bagian dari Beastudi Etos Dompet Dhuafa. Tetapi, ini juga menjadi amanah berat yang harus aku pikul dengan penuh tanggung jawab. Eksis di kampus, IPK tinggi, seorang aktivis militan, menjadi suatu keharusan bagi seorang yang bergelar ‘Etoser’. Butuh perjuangan besar untuk itu. Dan semangatku tidak akan pernah padam, meski banyak rintangan menghadang.

***

Tak ada gading yang tak retak. Begitu dengan diriku. Si ‘Tukang Telat’, itulah julukan yang diberikan teman-temanku di fakultas. Julukan itu mereka ucapkan dengan nada kurang baik. Aku terima. Memang itulah kenyataannya. Aku sering terlambat masuk kuliah. Badanku sering demam, karena banyaknya aktivitas sehari-hari. Bahkan aku terkadang tertidur dalam perkuliahan. Teguran dosen sering membangunkanku, atau memang sengaja aku pergi keluar ruangan untuk mencari udara segar dan berwudhu.

“Endro, kenapa kamu sering terlambat? Nanti bisa bermasalah dengan nilaimu”, tanya seorang dosen padaku. “Maaf buk. Bukan mencari-cari alasan. Namun kenyataannya ndro banyak aktivitas buk, sibuk di organisasi dan kegiatan sosial. Dan akhir-akhir ini endro sering kurang enak badan buk”, jawabku dengan jujur. “Bagus. Dengan endro banyak kegiatan itu akan melatih soft skill. Dan itu yang dibutuhkan dunia kerja saat ini. Tetapi, jangan sampai diabaikan kuliah. Endro harus lulus kuliah terlebih dahulu”, nasihat dosenku dengan bijak. “ Baik bu, terima kasih atas nasihatnya”.

Aku berusaha lebih keras agar bisa memahami pelajaran di perkuliahan. Banyaknya kegiatan yang menyebabkan aku sering telambat masuk kuliah tidak aku jadikan alasan untuk bermalas-malasan. Aku harus berprestasi. Untuk itu, aku selalu aktif pada saat diskusi dalam  perkuliahan. Aku sangat aktif, hingga terkadang teman-teman yang kuliah bersamaku merasa sedikit jengkel karena banyaknya pertanyaanku atau tanggapanku terhadap topik pembelajaran yang sedang didiskusikan pada saat itu. “ Alah ndro. Jan banyak tanyo lai” (Sudah ndro. Jangan banyak tanya lagi), bisik mereka padaku. Atau terkadang juga mereka merasa sangat senang dan berterima kasih padaku karena soal-soal sulit yang diberikan dari kelompok lain kepada kelompok mereka ketika presentasi di depan local, aku bantu menjawabnya dengan gamblang. “Terima kasih kepada saudara Endro yang telah membantu memberikan penjelasan jawaban kepada kita semua”, ucap moderator kelompok yang sedang presentasi kepadaku. Dengan semangat berbagi pengetahuan, aku sering memberi masukan perihal jalannya diskusi agar mengutamakan sopan santun dan keseriusan.

Begitulah perjalanan perkuliahanku di kampus. Hingga ujian akhir semester berlangsung. Sedikit gamang. Kubersujud kepada Ilahi di malam hari, empat raka’at seperti biasa. Malam itu aku berdo’a kepada Allah SWT agar diberi kemudahan dalam memahami dan menjawab soal. Aku yakin kepada-Nya,  hanya Dia-lah yang memberi petunjuk kepada manusia. Dengan izin-Nya, aku diberi kemudahan dalam menjawab soal-soal ujian. Hingga waktu pengumuman nilai tiba. Aku login ke portal akademik Unand, untuk melihat hasil ujianku. Dengan yakin, kulihat hasil kerja kerasku. IP 3,59. “Ah, belum mencapai target 3,8”, kesalku. Namun sejenak aku beristighfar “ Astaghfirullah. Ini adalah nikmat. Dan harus aku syukuri. Ahamdulillahirobbil’alamin”, ucapku dalam hati.

Aku harus berusaha lebih keras lagi. Walau target awalku, tercapai 80 %. Aku tetap bersyukur. Butuh sedikit usaha lagi di semester berikutnya.

***

“Jangan pernah tinggalkan kuliah, karena organisasi. Ingat, tujuan awalmu kuliah di Unand ini adalah untuk kuliah dan  lulus sarjana”.  “Iya pak, itu benar. Namun aku tidak hanya ingin sekedar lulus kuliah dan menyandang gelar sarjana begitu saja pak. Aku ingin menjadi aktivis dan berharap kelak menjadi orang besar yang bisa mensukseskan orang lain pak”. “Benar, sungguh mulia tujuanmu. Tapi harap utamakan kuliah. Baru setelah itu organisasi”. Demikianlah percakapanku dengan Wakil Dekan Fakultas Peternakan Unand Bagian Kemahasiswaan. Beliau memberi nasihat itu karena kepeduliannya pada mahasiswa. Saat itu aku tergabung di Lembaga Kajian Ilmiah Mahasiswa Fakultas Peternakan (LKIM) divisi Komunitas Penulis, dan diberi amanah sebagai ketua panitia  kegiatan pendidikan dan pelatihan (diklat). Pada saat acara diklat tersebut berlangsung, aku tidak masuk kuliah karena harus memberi kata sambutan dan menghandle acara hingga selesai. Kali pertama aku tidak masuk kuliah karena organisasi. Hal ini terjadi karena aku belum pandai memanajemen waktu dengan baik. Dan atas dasar inilah pak Wakil Dekan menasihatiku.

Semester berikutnya, aku berusaha untuk memanajemen waktu dengan baik. Teringat akan pesan uni I’i (panggilan akrab uni Sisri Handayani, S.Si, Manajemen Beastudi Etos Padang) “Dengan kita banyak aktivitas, itu malah akan mampu membuat kita menggunakan waktu dengan efisien. Dan semakin sibuk seseorang, jika pandai dalam memanajemen waktu dengan baik, maka prestasi di kampus juga akan baik”. Atas dasar saran itulah aku aktif di dua organisasi, Forum Studi Islam Fakultas Peternakan (FSI FATERNA) dan Lembaga Kajian Ilmiah Mahasiswa Fakultas Peternakan Unand (LKIM FATERNA UA).

Aku bergabung bersama FSI sebagai aktivis dakwah kampus. Aku ingin seperti bang Bela dan bang Parwanto, Manajemen Beatudi Etos Padang. Mereka adalah aktivis dakawah yang luar biasa. Semua mahasiswa mengenalinya. memberiku petunjuk ke jalan-Nya. Menjadikanku sebagai ‘orang pilihan’ di kampus untuk menyampaikan dan mengingatkan kepada saudara sesama muslim dan juga kepada saudara nonmuslim kepada Tuhan yang haq, Allah SWT. Mengerjakan segala perintah dan menjauhi larangan-Nya.

Sembari belajar dan memperbaiki diri, aku juga mengajak teman-teman untuk belajar mendalami ilmu agama. Aku mengelola satu kelompok mentoring agama islam bersama temanku, Jamal, mahasiswa Fakultas Peternakan 2011. Hal ini juga sebagi penerapan ilmu yang aku dapatkan di asrama Etos yang setiap hari (kecuali sabtu dan minggu) selalu ada agenda pembinaan subuh yang pada intinya sama dengan kegiatan mentoring agama islam di kampus. Disini kami belajar dan saling berbagi ilmu pengetahuan. Sebagai mentor, aku menjadi fasilitator untuk saling berbagi ilmu agama.

***

Ketua panitia Seruni Alam (Selam) FSI Fakultas Peternakan. Sebuah kegiatan pelatihan kepemimpinan keislaman. Ini adalah kegiatan yang membuatku banyak sekali belajar. Dalam kegiatan ini aku dituntut keras mengaplikasikan ilmu yang telah aku dapatkan. Lobi dan negosiasi. Alhamdulillah, aku beruntung karena selama di Etos aku sering mengadakan kegiatan yang besar sehingga aku sudah sedikit tahu bagaimana lobi dan negosiasi yang baik dan benar. Berkomunikasi dengan masyarakat umum membutuhkan suatu kepandaian khusus dan tidak semua orang bisa melakukannya. Perbedaan karakter masing-masing pribadi. Dan itu juga telah aku pahami di asrama Etos. Dengan keberagaman asal daerah, asal suku dan kampung halaman itu di asrama ternyata telah memberiku banyak pelajaran. Hingga kemudahanku dalam aplikasi ilmu ini di masyarakat. Kegiatan Selam ini sesungguhnya adalah cerminan usahaku dalam upaya menjadi orang besar. Meski banyak sekali cemoohan dan ketidak percayaan dari teman-teman yang tidak menyukai anak-anak Forum, namun aku terus berusaha untuk bersabar dan berjuang demi kebaikan.

Aku harus berusaha semaksimal mungkin untuk menyeimbangkan kehidupan aktivis dan akademik. Untuk belajar dan mendalami ilmu pengetahuan aku bergabung dengan LKIM. Disini aku belajar menjadi seorang ilmuwan muslim yang berpikir kritis. Meningkatkan dan mengadakan pengkajian terapan ilmu pengetahuan.

Kecintaanku pada organisasi memang butuh pengorbanan. Belum lagi di Etos dengan berbagai kegiatan dan pembinaan sudah menantiku. Memikirkan tanggung jawab Sekolah Desa Produktif (SDP), yaitu desa binaan Beastudi Etos, pembinaan di Etos, aktivitas dakwah kampus, kuliah dan praktikum, dengan segudang tugas yang diberikan dosen padaku. Membuatku selalu belajar bersyukur dan berlapanng dada. Namun aku yakin inilah bagian dari pembinaanku manjadi ‘orang besar’.

About these ads

Comments on: "Belajar Menjadi Orang Besar" (2)

  1. emh you are the best etoser in 2030 insyaallh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Kumpulan Kata Mutiara Bijak Bestari

persahabatan - cinta - kehidupan - nasehat - romansa - motivasi - inspirasi - akhlak mulia

terpaksa bikin Blog

sebuah inspirasi dari keterpaksaan

Sup Sarang Walet

Walet, Sarang Walet, Manfaat/Khasiat Sarang Walet, Gambar Sarang Walet, Sarang Walet Indonesia

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 2,755 other followers

%d bloggers like this: